Powered By Blogger

Minggu, 27 Februari 2011

Cara mengatasi mimisan

Meredam Mimisan

Mimisan yang dalam medis disebut epistaksis, umumnya terjadi bila pembuluh darah dalam nostril (lubang hidung) pecah akibat pukulan pada hidung, bersin, mengorek hidung atau saat membuang lendir. Mimisan juga bisa disebabkan oleh iritasi atau keringnya lapisan selaput dalam hidung akibat berkurangnya kelembaban dan lingkungan yang kering.
Mimisan kadang-kadang bisa disebabkan oleh luka pada kepala. Sementara yang sifatnya kambuhan bisa jadi merupakan sebuah gejala dari tekanan darah tinggi, mengkonsumsi aspirin dosis tinggi, dalam terapi obat pengencer darah, alergi, perdarahan, tumor hidung atau sinus.
Keluarnya darah biasanya hanya terjadi dari salah satu lubang hidung. Kebanyakan mimisan berasal dari pembuluh darah yang terletak pada bagian depan hidung. Sebagian lagi disebabkan oleh perdarahan dari bagian belakang hidung yang mengalir ke dalam tenggorokan. Mimisan jenis ini lebih sulit dikendalikan dan hampir selalu membutuhkan pertolongan medis.
Pertolongan pertama kasus mimisan ditujukan untuk menghentikan darah yang keluar dan menjaga jalan udara tetap terbuka.
- Pertama-tama mintalah penderita duduk dengan posisi agak condong ke depan. Posisi ini menahan darah agar tidak mengalir ke belakang tenggorokan yang bisa menyebabkan penderita muntah-muntah.
- Periksa apakah ada benda dalam hidung penderita, jika memang ditemukan ambil benda tersebut bila perlu
- Pencet hidung penderita selama 10 menit dan biarkan ia bernapas melalui mulut.
- Jika darah masih keluar, pencet kembali selama beberapa menit, namun bila perdarahan terus berlangsung lebih dari 30 menit, jangan tunggu lagi, bawa penderita ke rumah sakit.
- Jika perdarahan bisa dikendalikan, bersihkan hidung dan mulutnya perlahan dengan kain basah.
Dua hari setelah reda, hindari membuang lendir, mengorek hidung atau melakukan apapun di dalam hidung Anda. Tindakan-tindakan seperti ini bisa memicu terjadinya perdarahan.

0 komentar:

Posting Komentar